I Think I Should (Not) Blog

Guwa suka sekali menulis. Sampe2 ada istilah yang sering guwa jadikan alasan buat ngeles kalo terlalu pendiam: “My fingers speak better than my lips”. Maka dari itulah guwa suka sekali dengan media blog kaya gini. Mana jangakauannya sampe ke seluruh dunia lagi, jadi bisa berbagi ceria di mana aja (Fanta kali?) sama siapa aja.

Kesukaan nulis2 nggak jelas gini dimulai kira2 pas SD waktu masih jamannya buku diary. Buku diary yang seharusnya diisi dengan kisah2 perjalanan seseorang, dulu malah disalahkaprahkan menjadi buku biodata yang isinya ya data teman2 sekelas. Yang ngisi biodata? Tentu aja si teman itu, jadi kita tukeran diary untuk mengisi nama, alamat, tanggal lahir, motto, kata kenangan, kesan pesan, lagu favorit, dll2 yang mungkin aja nggak penting karena yang kita isi waktu itu sangat mudah sekali berubah (terutama tanda tangan).

Nah di situ aku mulai seneng nulis2 biodata dengan bahasa ‘tidak resmi dan sangat tidak disempurnakan’. Sedikit banyak, gaya menulis guwa dipengaruhi oleh buku Lupus. Sebenarnya guwa nggak ngerti juga seberapa pengaruh Lupus sama gaya menulis guwa, tapi pengikutsertaan ‘second tought’ (apaan tuh?) mulai muncul setelah baca Lupus. Bai-de-way, sentot (second tought) di sini maksudnya adalah, membuat tulisan seperti percakapan tapi ada orang keduanya (halo… saya orang kedua) yang dipisahkan menggunakan kurung buka/tutup.

Beberapa orang mulai suka baca tulisan guwa, katanya lucu (emangnya guwa pelawak?) atau apalah, padahal isinya kebanyakan kuah daripada baksonya (maksudnya, lebih banyak tambahan2 ga penting dibanding inti materinya). Tulisan2 ga penting ku berlanjut hingga ke jaman kuliah, dimana guwa sering nulis2 iseng di SIA (intranet kampus)… hingga ke jaman sekarang ini, di dunia blog.

Diawali dengan blog internal perusahaan (they name it Blog-IT) yang isinya cerita2 seputar pengalaman seputar IT, hingga akhirnya buat blog sendiri di WordPress. Pertama sih seru2an aja, tulisan guwa bisa berhalaman2 kalo diprint… bahan tulisan kayanya nggak pernah abis, soale apa yang ada di kepala, walaupun muncul sekelebat n ga penting, guwa tulis juga (ga heran deh jadi panjang… jangan2 kentut pun ditulisnya?). Belon lagi respon dari teman2 yang ngasih komentar di tulisan guwa, jadi semangat nulis terus.

Tapi sekarang it back-fires me. Tulisan guwa jadi senjata makan tuan. Pengalaman2 ‘ilegal’ yang guwa tulis jadi membuat sang penegak hukum bertindak keras! Nggak bertindak ke gua, tapi yang dia lakukan sangat mempengaruhi hidup gua. Dari yang tadinya ‘nggak papa deh hidup di hutan’, kini menjadi ‘ngapain gua hidup di hutan?’… wah pokonya bete banget! Sempet beberapa bulan merasa terpenjara dengan situasi yang terjadi (sedikit banyak) karena begitu bocornya guwa.

Sebenernya sih niat guwa cuman ingin berbagi pengalaman, nggosip2 atau apalah… buat sarana hiburan atau apa gitu, bosen resmi2an mulu. Tapi ternyata info yang guwa berikan itu malah mempersulit ruang gerak guwa juga…

Nah sejak saat itu lah guwa jadi males nulis2 di sini. Silent is golden?

// mungkin nggak sama sekali silent, tapi sekarang jadi bisik2 aja (hehehe)

// udah jam setengah 2 pagi… masih di kantor, nungguin orang2 buat budget tahunan. bentar lagi sahur, udara dingin… pikiran ga jelas, tulisan apa lagi (ni guwa lagi nulis apa sih?)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: