Back to the future

April 24, 2011

Akhirnya, setelah 4 tahun 4 bulan terdampar di ranah borneo, aku kembali juga ke kota halaman. Sebenarnya banyak postingan2 yang mau gua share di sini, tapi karena internetnya masih numpang kantor, jadi ditahan2 dulu, takutnya ‘caranya ketahuan’ dan langsung diberangus sama kamtib.

Kebijakan internet kantor emang rada2 ketat kaya celana renang. Berbagai social media dan file share diblok, tapi somehow akhirnya dapet juga caranya gimana biar tetep bisa facebook-an, download2 lagu buat disiarin di radio kebun.

Gimana caranya? Later on kali ya…

NComputing Corrupt

April 24, 2011

Minggu ini gua dipusingkan sama instalasi NComputing di MAGE yang selalu gagal. Setiap kali install pasti keluar pesan ‘unexpected end of archive’ yang pada akhirnya server NComputing’nya nggak bisa jalan.

Pertama sih gua kira ini ulah virus, karena gua nginstall dari file yang udah gua copy dari cd ke harddisk. Tapi ketika gua nyoba nginstall pake cd resmi-nya, masih aja pesan itu muncul (baca: server NComputing nggak jalan).

Internet kantor beberapa hari ini lagi mati, jadi mau googling soal masalah ini di internet nggak bisa.  Akhirnya gua keluarin jurus andalan gua ‘coba-coba’.

Percobaan pertama, gua pasang antivirus paling update sebelum nginstall NComputing. Harapan gua sih bisa menangkis virus2 yang kemungkinan besar telah membuat file NComputing jadi corrupt. Dan hasilnya… Masih nggak berubah, masih corrupted.

Percobaan kedua, gua install lagi tapi kali ini dengan membuka ‘perangkap virus’-nya AVG dan ternyata terdeteksi virus pada file logonui.exe dan kmlogoff.exe. Virusnya terdeteksi sebagai Heur oleh AVG. Logonui termasuk daftar whitelisted yang tidak bisa diganggu oleh AVG karena merupakan salah satu file penting windows. Mungkin karena virusnya sudah terlanjur masuk ke windows karena ini, mungkin juga karena inilah NComputing tidak dapat diinstall.

Kemudian aku nyoba fresh install windows-nya. Setelah install langsung pasang antivirus, moga2 berhasil…

(a few days later: it works!)

Jadi ternyata masalahnya karena virus…

Opera Mini – Opera Mobile

November 25, 2010

Kemaren gua baru aja nginstall OpeMo di X10 Mini Pro. Weih, pa bedanya ma OpeMi nih?

Kalo menurut gua sih bedanya cuman on how they connected to the Internet. Soale gua coba konek di kantor pake wifi, akses facebook di OpeMo diblok, sementara kalo pake OpeMi bisa. For your information, akses facebook di kantor emang diblok sama dewa jaringan sini.

Dari kasus ini, sepertinya OpeMo ngakses Internet pake cara biasa (directly connected) sedangkan OpeMi ngakses lewat proxy (mungkin proxy-nya internal Opera).

Aplikasi Java di Android

September 29, 2010

Pengen ngejalanin aplikasi java di android kamu? Pake aja converter-nya netmite.com.

Gua dah nyoba pake x10mp, aplikasi2 ribed kayak game emang ga terlalu sempurna di-convert. Tapi kalo aplikasi basic kayak SMS banking Permata, bisa dengan baik di-convert.

Caranya? Tinggal masuk aja ke website-nya netmite, kasih tau dia ada di mana aplikasi jar itu (harus online, ga bisa local) nanti sma dia dibuatkan file apk-nya untuk dapat diinstall di android kita.

Dengan ini internet banking Permata gua yang terblokir bisa terselamatkan oleh aplikasi java yang mereka sediakan. Yippie!!!

I love my android.

September 19, 2010

Nggak nyesel nggak ikut2an punya blackberry atau iphone, karena android is what I am really waiting for. Kalo bb dan iphone adalah paketan software dan hardware (seperti mac), maka android adalah windows atau linux. Emang sih drawback-nya, kadang softwarenya nggak sama hardwarenya (atau sebaliknya), tapi dengan begitu the possibilities is never ending. Seperi sekarang ada 3 versi android yang beredar: 1.6 (donut), 2.1 (eclair) dan 2.2 (froyo). Yang akan datang adalah versi 3.0 (gingerbread).

Standarisasi hardware android sepertinya adalah adanya kamera, touchscreen, tilt sensor, magnetometer, gps, 3g, sd card. Sedangkan yang optional adalah trackball (atau dpad), keyboard qwerty, led flash, dll tergantung yang buat hardware. Tidak seperti bb dan iphone yang device-nya cenderung seragam, android bisa kamu temukan di berbagai merek hp dari htc, samsung, lg, sony ericsson, motorola sampai nexian. Harganya pun variasi dari dua jutaan sampai enam jutaan. Jadi kamu bebas milih hp yang sesuai dengan budget / kebutuhan kamu.

Punya android serasa punya beberapa device sekaligus. Handphone, laptop, gps, nintendo snes – gameboy advance – sampe wii, sampe koran n manga.

Emang sih, cocoknya pake android ini di daerah yang jaringannya udah 3g, soale banyak aplikasi yang berjalan di belakang senantiasa mengakses internet, seperti imel, facebook, market, dll. Tapoi gua percaya nanti saat kembali ke hutan kalimantan, android-ku tetap merupakan device yang memuaskan.

IM2 Broom Bastic

September 19, 2010

Dahulu kala, waktu awal2 jamannya internet 3G gua pernah punya paket punya Indosat 3.5G (bukan IM2). Waktu itu dahsyat banget, paket Eco dapet quota 2GB dengan biaya bulanan idr 100.000 aja. Emang sih pendaftarannya rada2 ribed kaya mau daftar matrix pasca bayar.

Tapi masa2 keemasan itu telah lewat. Modem rusak (modem murah pcmcia beli di jakartanotebook.com) tagihan jalan terus tapi ga kepake, akhirnya ga gua bayar n kartu legendaris itu pun is dead.

Kini gua berniat menghidupkan lagi internet di rumah. Pilihan yang paling praktis ya pake modem + kartu sim 3g. Sebenernya fastnet udah masuk ke komplek rumah gua, tapi karena prosesinya ribed (daftar, survey, pasang, dll) jadi males deh gua.

Pilihan pertama tentunya adalah XL, soale di pengalaman di kebon, internet XL lebih cepat dari Indosat. Dan pas gua tanya2 yang jual perdana pun kecepatan XL 384kbps (Indosat cuman 256kbps). Telkomsel? Forget it, dah banyak isu2 tentang bermasalahnya Flash, udah gitu iklannya gencar banget di mall mangga dua, jadi tambah mencurigakan (iklan jor2an = produknya ga laku?). Sebenernya yang paketnya lumayan menarik lagi adalah 3 dan smart, tapi keberadaan sinyalnya ga gitu ngerti di rumah gua. Akhirnya cari aman berdasarkan pengalaman yang sinyal 3g-nya mantep, gua pake indosat m2.

Ada dua pilihan paket yang ditawarkan ke gua, yang satu harga perdana 175ribu, bulanan 150ribu. Yang satu perdana 275ribu bulanan 200ribu. Nah loh, bisa begitu ya? Ternyata yang 150ribu per bulan itu quota 3g-nya cuman 500mb, sedangkan yang 200ribu dapet 3g. Jelas gua pilih yang 200ribu sebulan lah: im2 broom bastis unlimited.

Untuk menemani sang im2, gua memilih modem usb huawei e156 yang harganya kira2 375ribu. Kelihatannya sih barang bm, soale di bodinya tercetak logo 3 dan di kardusnya ada tulisan contract. Mungkin modem sisa2 3. Tapi gpp lah, murah meriah… Barang contract pastinya dah lewat pemeriksaan setidaknya oleh huawei dan 3.

Setting im2 emang lebih ribed dari xl. Soale harus daftar n pake username sendiri2 (xl sih tinggal pake apn n username standar internetan mereka dan bisa langsung 3g-an), tapi it’s ok, ada panduannya koq. Setelah daftar, bisa langsung pake n cek quota dan speed.

Ternyata gua termasuk boros bandwidth juga. Pake browsing2 untuk download aplikasi2 android dan file pendukung sdk-nya, beberapa bait lagu, aplikasi standar (winamp, orbit, dll) daftar imel ini itu… Dalam 10 hari, quota 3gb dah abis! Wah parah juga ya? Padahal lon dipake donlot2 video n lagu beralbum2, aplikasi2 gajah. Untung aja kemaren gua ga pilih paket yang 500mb. Kelihatannya aja banyak, tapi ludes juga.

Dan sekarang, untuk 20 hari ke depan, aku harus rela dengan speed 64kbps (setara 8kB/s). Facebook n chatting ga gitu kerasa, tapi donlot lagu yang biasanya 5 menit, jadi 30 menitan.

Masalah dengan im2? Belum ada tuh, so far so fine. Moga2 aja ga ada masalah…

Android Market

September 12, 2010

Udah pada tahu lah kalo mau gampang install2 aplikasi di android kamu tinggal buka market-nya. Cuman, karena tinggal di indonesia, yang ada di android market cuman aplikasi2 top free. Nah kah, repot banget pengen punya aplikasi2 versi pro / full yang bebas iklan dan punya kemapuan maksimal. Sebenarnya ada sih cara biar bisa beli aplikasi2 berbayar itu, dengan nambahin market enabler (cari aja di market), cuman lagi2 direpotkan dengan cara pembayarannya (kartu kredit / pay pal). Harga aplikasinya bervariasi dari US$1 sampe 10-an tergantung yang jual, tapi rata2 kurang dari lima dolar.

Nah, ada nih cara mendownload aplikasi android bajakan (full version tanpa membayar). Awal2nya sih dimulai oleh jesusxxx dengan blackmarket.com-nya. Tapi belakangan website ini down, dan kamu nggak bisa dengan mudah mendaftar, harus ada persetujuan dulu. Terus alternatifnya ada dong?

Coba pake website ini: ap.k.vu (tanpa www di depan, tanpa .com di belakang). Website apkvu ini menyediakan banyak aplikasi android full version. Tapi yang paling gua suka adalah officesuite pro yang bisa bikin android gua ngebuka dan ngedit file office (versi trial / free cuman bisa ngebuka aja).

Cara nginstal di android? Tinggal copy-kan aja file apk hasil download-an kamu ke memory card android, browse pake file manager kayak astro (cari di market versi fee-nya) buka, install deh…

Selain aplikasi, di apkvu juga ada game2 kayak robo defense lo. Tapi kalo kamu emang bisa beli aplikasinya, beli aja, nggak terlalu mahal koq. Gunakan apkvu buat ngetes aplikasi dan ngetes seberapa powerful android kamu aja ya. Have fun with your android…

Sony Ericsson Xperia X10 Mini Pro

September 11, 2010

Ada 2 HP yang awet gua pake dah dah jadi pasangan yang kompak dalam hidup gua: SE K800i dan Nexian G900. K800i gua beli karena hobby usil motret2 di saat ga penting (dadakan) dan G900 gua beli karena kemampuan dualsim-nya.

Ternyata keduanya memiliki kemampuan lebih dari yang gua harapkan. Dengan pasangan ini pulalah gua merasa HP2 baru pun bisa dikalahin. Sebenernya ada fitur2 yang belum gua dapet dari pasangan ini:
1. Flashlight (senter)
2. OS (bisa nginstall2)
3. GPS
Iya, semua itu bisa ada di HP Blackberry (bb)… Tapi entahlah, ada banyak hal yang bikin gua ga suka bb, dari masalah RIM dengan pemerintah, ribetnya transfer file pake bluetooth, ribet kalo mau dijadiin modem, biaya langganan yang mahal, aplikasi marketnya yang matre, dan alasan lain yang entah itu beneran ato gua cari2 aja hingga gua nggak ikut2 beli bb ato Windows Mobile.

Hingga muncullah Android… OS HP berbasis Linux buatan Google, such a perfect combination. Karena berbasis open source, pastinya akan banyak aplikasi2 gratis… Dan kalau mau kreatif lagi, bisa buat sendiri aplikasinya pake App Inventor yang disediakan Google. Maka dimulailah pencarian HP Android yang pantas melanjutkan kedigdayaan K800i.

Spek yang gua cari adalah yang harganya nggak terlalu mahal. Setelah googlang-googling, dapatlah beberapa finalis:
1. Samsung Galaxy Spica
2. HTC Wildfire
3. Nexian Journey
4. Sony Ericsson Xperia X10 Mini

Sempat juga sih untuk langsung milih journey (pengalaman pake G900) tapi ternyata harganya nggak jauh2 beda, tapi begitu tau ada x10 Mini Pro yang punya keyboard qwerty, langsung pilih ini deh. Setelah browsang-browsing, pilihan makin yakin dengan adanya led flash (senter). Tapi, baru tahu deh kalo versi Android-nya baru Donut (1.6), sementara Spica n Wildfire udah Eclair (2.1). Makin tinggi versi android, makin banyak fitur baru tentunya. Misal, walaupun layar x10 series udah support sampe 16 juta warna, karena versi androidnya masih pake donut jadi hanya bisa nampilin 65 ribu warna aja. Mana kapasitas baterainya hanya 900an mAH (bandingin ma Spica yang punya baterai 1500 mAH). Mulau deh hati ini tergoda tuk cari yang lain… Tapi, dicari kemana2 pun, nggak nemu tuh hp android value yang dianugrahi led + qwerty. Eh, kemudian dapet kabar kalo x10 mini dapet award di eropa sana… Jadi teringat sama award k800i yang sempat jadi hp 3G terbaik 2006. Review2 di website pun relatif positif, drawback-nya cuman di battery n versi android yang digunakan aja. Oke, i’ve made up my mind. Sony Ericsson Xperia X10 Mini Pro is the next Telepon Umum 2.

Browsing2 di bhinneka, ternyata mereka cuman jual x10 mini, mana barangnya indent lagi (wah, laku nih…) Dan kebetulan mau cuti lebaran, pas banget nih saatnya. Duit thr dipake buat beli hp baru. Saking ngebetnya, sampe rumah jam 11, salam2 sama orang rumah; langsung ngacir ke Roxi…

Tujuan pertama adalah SE center di lantai dasar, weih? Tokonya tutup? Masih ada SE center di lantai 3… Gedubrak gedubruk sampe sana, ternyata barangnya abis! X10mp dah pada dibeli ma orang2, tinggan menyisakan x10mini. Info dari yang jual sih dah abis kira2 dua minggu yang lalu n sampe sekarang barangnya belum datang2. Jiah, makin demen aja nih gua sama x10mp… Kebetulan di toko itu ada demo unit x10mini, jadi coba2 sebentar deh. Tapi… setelah nyoba2, gua kurang nyaman sama keypad touchscreen-nya. Kalo dipake buat nulis2 panjang kaya gini pasti stres tuh. Akhirnya gua putusin ninggalin SE center, nyona nyari2 dulu (sambil bingung).

Dah ternyata, gua baru inget ada SE retail center di sebelahnya… Dan pas gua tanya, ada x10mp? Dia jawab, ada, uwih senangnya hatiku. Mau warna apa? Hitam hitam atau hitam merah? Hitam hitam aja deh,  biar cocok sama k800i. Harganya? Rp. 2.999.000 dah termasuk SD 2gb + headset. PC Companion dah ada di dalam SD. Oh iya, karena gua orangnya rada2 ‘perusak’, langsung tambah anti gores deh Rp. 50.000 di tokonya. Wew, bentuknya emang imut, tapi keyboardnya tetep nyaman. Ga sabar ngoprek2…

Sampe rumah, langsung nyoba2 explore fitur2, dan ternyata emang bener, bluetooth-nya ga bisa nerima (katanya sih gara2 masih pake donut). Setting gmail, facebook, jalan2 di android market, pulsa internet 40mb langsung abis (pake xl, jaringan 3g langsung aktif). Pengen ngaktifin internet unlimited, kata xl harus kartu baru. Wah, terpaksa aktifin paket 400mb seharga 100 ribu aja deh…

Puas banget sama android market, banyak aplikasi gratis (ad-ware) yang berguna. Astro file manager, advanced task killer, dll2. Ga sadar sampe2 belum ada seminggu, dah makan bandwidth sampe 350mb.

Seperti hp2 android lainnya, x10mp dipersenjatai juga dengan (assisted) gps, layar touch screen. Dan banyak aplikasi yang memaksimalkan fitur ini: Google Night Sky, Latitude, dll2. File2 office pun bisa dibuka bahkan ngedit (Office Suite Pro)… I’m sure there will be more to come to explore with this tiny powerful Sony Ericsson Xperia X10 Mini Pro.

Hello World 2

September 11, 2010

Ah, senangnya… Setelah berabad-abad akses wordpress diblok sama jaringan kantor. Akhirnya kini datang sang juru selamat: Xperia X10 Mini Pro (x10mp). Dengan android mungil ini gua bisa mengakses WordPress tanpa harus masuk website utamanya, login, dll-dll… karena ternyata ada aplikasi WordPress for Android.

Well, kayanya udah banyak perkembangan sejak lama kutinggalkan blog ini. Teddyandri udah banyak penggantinya… Wilayah kekuasaan gua dah ga pake Canopy dan beralih ke VSAT Broadband… Tapi yang nggak berkembang itu perjalanan cinta gua, ku masih sendiri lagi (ih, ga penting banget ga sih diceritain di sini? Hihihihi)

Well, thats all for now see you soon…

I Think I Should (Not) Blog

August 24, 2009

Guwa suka sekali menulis. Sampe2 ada istilah yang sering guwa jadikan alasan buat ngeles kalo terlalu pendiam: “My fingers speak better than my lips”. Maka dari itulah guwa suka sekali dengan media blog kaya gini. Mana jangakauannya sampe ke seluruh dunia lagi, jadi bisa berbagi ceria di mana aja (Fanta kali?) sama siapa aja.

Kesukaan nulis2 nggak jelas gini dimulai kira2 pas SD waktu masih jamannya buku diary. Buku diary yang seharusnya diisi dengan kisah2 perjalanan seseorang, dulu malah disalahkaprahkan menjadi buku biodata yang isinya ya data teman2 sekelas. Yang ngisi biodata? Tentu aja si teman itu, jadi kita tukeran diary untuk mengisi nama, alamat, tanggal lahir, motto, kata kenangan, kesan pesan, lagu favorit, dll2 yang mungkin aja nggak penting karena yang kita isi waktu itu sangat mudah sekali berubah (terutama tanda tangan).

Read the rest of this entry »


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.